12. Perencanaan Anggaran Operasional
1.
Proses pembuatan anggaran dimulai jauh hari sebelum anggaran tersebut
akan digunakan, proses pembuatan anggaran dimulai dengan pembuatan perencanaan
anggaran tahunan
2.
Proses pembuatan rencana anggaran memerlukan koordinasi yang erat dari
semua jajaran manajemen. Dalam proses ini pekerjaan yang dilakukan mencakup :
a.
Mengumpulkan informasi
b.
Memformulasikan unsur – unsur yang direncanakan
c.
Mempertimbangkan ulang tujuan dan sasaran
d.
Membuat keputusan akhir
3.
Anggaran operasional dibuat dalam satuan satu tahun anggaran, dikenal
juga sebagai tahun fiskal. Dalam pembuatan perencanaan budget, maka langkah
awal yang dilakukan adalah memperkirakan tingkat penjualan kamar. Hal ini
mencakup dua hal. Pertama tingkat penjualan kamar mempengaruhi operasional
semua departemen. Kedua – dan hal ini merupakan hal yang terpenting adalah,
hampir semua pengeluaran departemen dapat diperkirakan (bahkan dapat mengontrol
pengeluarannya) berdasarkan tingkat penjualan kamar)
4.
Perkiraan tingkat penjualan kamar juga merupakan hal yang mutlak bagi HK
karena dengan tingkat hunian ini, maka ada beberapa hal yang dapat diprediksi,
seperti jumlah upah dan gaji karyawan,
pengeluaran untuk recycled dan non-recycled
5.
Konsep cost per occupied room merupakan “alat” yang umum digunakan oleh
housekeeper untuk menentukan tingkat pengeluaran pada kategori yang berbeda.
Berdasarkan tingkat hunian, housekeeper
dapat memprediksi pengeluaran untuk gaji dan upah, cleaning supplies, guest
supplies, dan lain – lain
6.
Tingkat hunian kamar umumnya dibuat oleh FO Manager bekerjasama dengan
GM. Perkiraan tingkat hunian kamar tidak saja didasarkan pada data tingkat
hunian tahun sebelumnya, tetapi juga berdasarkan informasi yang diberikan oleh
bagian pemasaran.
7.
Berdasarkan perkiraan tingkat hunian, departemen yang pengeluarannya
tergantung pada tingkat hunian, akan membuat perkiraan biaya operasionalnya
untuk diserahkan ke GM dan bagian controler untuk diperiksa.
8.
Manajemen tingkat atas akan menganalisa dan menyesuaikan anggaran setiap
departemen. Berdasarkan rencana anggaran tersebut, maka top level manajemen
akan merencanakan dengan matang tujuan dan sasarannya.
9.
Anggaran yang dibuat oleh setiap departemen dan diajukan kepada GM, pada
saat dikembalikan (apakah disetujui atau tidak) akan disertai dengan catatan
dan rekomendasi penyesuaian. Rekomendasi itu antara lain adalah bagaimana
meningkatkan keuntungan dan mengontrol pengeluaran sambil tetap mempertahankan
mutu pelayanan.
10.
Dalam kaitannya dengan tingkat hunian kamar, anggaran mencerminkan
tingkat pelayanan yang dapat diberikan kepada tamu. Dalam hal ini kepala
bagian, utamanya housekeeper, sangat penting untuk melaporkan tingkat pelayanan
yang dapat diberikan berdasarkan penyesuaian anggaran yang dilakukan
11.
Jika top level manajamen menurunkan tingkat anggaran, maka housekeeper
harus dapat menjelaskan dengan gamblang, jenis layanan apa yang dapat
dihilangkan atau dikurangi.
12.
Untuk itu diperlukan diskusi ataupun perundingan yang terus menerus agar
didapatkan kesesuaian antara semua pihak. Dalam hal ini tarik – menarik
kepentingan sangat kental nuansanya
No comments:
Post a Comment