14. Perencanaan Laba
Perencanaan Laba
Salah satu tujuan pendirian perusahaan adalah
memperoleh laba yang
maksimal. Hal ini merupakan tugas manajemen
untuk mencapai laba yang
diinginkan yaitu dengan menyusun perencanaan
laba agar semua sumber daya
yang ada dalam perusahaan dapat diarahkan
secara terorganisir dan terkendali.
Perencanaan merupakan serangkaian tindakan
untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan.
Pada dasarnya perencanaan
itu merupakan fungsi manajemen yang berhubungan dengan
pemilihan berbagai alternatif tindakan dan
perumusan kebijakan. Suatu
perencanaan bisa terealisir
apabila manajemen berhasil dalam
menjalankan perusahaan yang
diukur dengan besarnya laba
(profitability). Pengertian perencanaan laba menurut Machfoedz (1996: 289)
adalah sebagai berikut :
Perencanaan laba (profit planning) sering
disebut budget perencanaan
(planning budget) atau rencana operasi (plan
operation) adalah rencana
dari manajemen yang meliputi seluruh tahap
dari operasi di masa yang
akan datang untuk mencapai tujuan perusahaan
dibagi ke dalam dua
jenis rencana yaitu rencana jangka pendek dan
rencana jangka panjang.
Menurut Supriyono (2002: 331) “Perencanaan
laba (profit planning)
adalah perencanaan yang digambarkan secara
kuantitatif dalam keuangan dan ukuran
kuantitatif lainnya. Didalamnya
juga ditentukan tujuan
laba yang dicapai oleh
perusahaan.
Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa
perencanaan laba adalah rencana kerja
yang telah diperhitungkan dengan cermat dan digambarkan secara
kuantitatif dalam bentuk laporan keuangan untuk jangka pendek dan jangka
panjang.
B.
Manfaat perencanaan laba
Menurut
Adolph Matz dkk.
(1993: 6-7), adanya perencanaan
laba memiliki manfaat sebagai berikut :
1.
Memberikan pendekatan yang terarah dalam pemecahan masalah.
2.
Memaksa pihak manajemen untuk secara dini mengadakan penelaahan terhadap masalah yang dihadapinya dan
menanamkan kebiasaan pada organisasi
untuk mengadakan telaah
yang seksama sebelum
mengambil keputusan.
3.
Menciptakan suasana organisasi yang mengarah pada pencapaian laba dan
mendorong timbulnya perilaku
yang sadar akan
penghematan biaya dan pemanfaatan
sumber daya yang maksimum.
4.
Merangsang peran serta dan mengkoordinasi rencana operasi berbagai segmen dari keseluruhan organisasi manajemen
sehingga keputusan akhir dan
rencana yang saling
terkait dapat menggambarkan
keseluruhan organisasi dalam bentuk
rencana yang terpadu
dan menyeluruh.
5.
Menawarkan kesempatan untuk menilai secara sistematik setiap segi atau aspek organisasi maupun untuk memeriksa
serta memperbarui kebijakan dan pedoman dasar secara berkala.
6.
Mengkoordinasikan serta mempertemukan semua upaya perusahaan ke dalam suatu prosedur perencanaan anggaran
yang terarah karena inilah
satu-satunya cara yang
paling tepat mengungkapkan
keselamatan kegiatan manajemen.
7.
Mengarahkan penggunaan modal dan daya upaya pada kegiatan yang paling
menguntungkan.
8.
Mendorong standar prestasi
yang tinggi dengan
merangsang kegairahan untuk bersaing menanamkan hasrat untuk mencapai
tujuan, dan menumbuhkan minat untuk
melaksanakan kegiatan secara lebih
efektif.
9.
Berperan sebagai standar
untuk mengukur kegiatan
dan menilai kebijakan manajemen dan tingkat kemampuan
dari setiap pelaksana.
No comments:
Post a Comment